Tidak seperti pada jaringan kecil misal dirumahan atau kantor kecil, jaringan
besar yang berskala bisnis dan enterprise – urgensi dalam manajemen semua Swicthes
yang ada dalam jaringan local adalah sangat perlu sekali. Perlu dilakukannya konfigurasi
switch untuk alasan kemudahan manajemen jaringan dan untuk kebutuhan tuning
untuk suatu performa yang lebih bagus adalah hal yang sangat menguntungkan.
Jika komunikasi inter-VLAN antar Switches di bangun – maka konfigurasi VLAN
juga harus dilakukan.
Jika anda pernah bermain-main dengan
konfigurasi Cisco router, maka konfigurasi Switch adalah mempunyai
kemiripan. Bahkan anda bisa menggunakan command yang sama seperti yang anda
gunakan pada Cisco router. Perbedaan utama tentunya adalah perbedaan fungsi
yang mencolok antara routers dan Switches. Untuk Switches dengan VLAN enabled,
maka Konfigurasi VLAN juga sangat diperlukan untuk me-manage bagaimana
perangkat-2 jaringan di bagi berdasarkan segmen-segmen kedalam VLANs.
Komponen Switches
Switch mempunyai banyak port sebagaimana
fungsinya sebagai Swicth LAN. Anda bisa menggubungkan satu peranti kepada
setiap port untuk komunikasi full-duplex. Jika diperlukan komunikasi
half-duplex diperlukan, maka sebuah segmen bisa dihubungkan kepada sebuah port.
Port-port pada switch diberi nomor dimulai angka 1. Untuk konfigurasi Switch,
maka anda perlu menggunakan interface type Ethernet dan diikuti dengan
dengan nomor interface (0), dan juga diikuti dengan nomor port. Misal, jika
anda perlu mengidentifikasikan port ke dua dari Switch, maka penulisannya
adalah Ethernet 0/2.
Jika diperlukan koneksi antar Switches,
maka anda bisa menggunakan port Trunk yang menghubungkan satu sama lain.
Perhatikan gambar Switch disamping. Umumnya port Trunk di design dengan
kecepatan yang lebih tinggi dari port-portnya (yang biasanya dengan speed
100/1000 Mbps) karena memang fungsinya sebagai uplink antar Switches dan
biasanya berkecepatan Gigabit. Umumnya port Trunk diidentifikasikan dengan
Trunk A dan Trunk B, dan untuk keperluan konfigurasi Switch – port Trunk juga
diidentifikasikan sama dengan port Switch seperti FastEthernet 0/15 (atau
fa0/15).
Untuk konfigurasi Switch, anda dapat
menghubungkan Switch kepada suatu jaringan Ethernet network atau menghubungkan
terminal console tersebut kepada port console. Untuk melakukan konfigurasi
switch ini, kita bisa menggunakan salah satu tools yang tersedia yaitu:
- CLI – command line interface
- Switch menu
- Dan VSM (Visual Switch Manager) Web Interface
Jika anda menggunakan command line
interface dalam konfigurasi Switch, maka command yang digunakan hampir sama
dengan yang anda gunakan untuk konfigurasi Cisco router. Keduanya mempunyai
kesamaan umum seperti berikut ini:
- Untuk keperluan Help – anda bisa menggunakan “?”, misalkan sh? Akan menampilkan semua command yang berawalan dengan sh.
- Switch dan Router keduanya mempunyai user exec, privileged exec, global configuration, dan interface configuration modes.
- Sama-sama menggunakan keywork pendek yang unik, misal sh (untuk command show)
Untuk mengenali sebuah Switch, maka perlu
diberikan sebuah IP address. pemberian IP address pada sebuah switch hanya
dimaksudkan untuk kebutuhan manajemen Switch itu sendiri terutama untuk Telnet
utility kepada switch. Disamping pemberian IP address, anda juga perlu
memberikan default Gateway jika memerlukan manajemen Telnet dari lain subnet.
Lihat juga artikel konfigurasi standard jaringan.
Konfigurasi VLAN
Kita sudah membicarakan lebih detail
mengenai VLAN sebelumnya. Dengan VLAN anda bisa memberikan peranti pada Switch
yang berbeda dengan logical LAN atau VLAN yang berbeda. Walaupun setiap Switch
dapat dihubungkan pada beberapa VLAN, akan tetapi sebuah port Switch hanya bisa
diberikan satu VLAN saja pada saat yang sama. Konfigurasi VLAN pada port Switch
bisa diberikan secara statis (manual) maupun secara dinamis.
Dengan lebih memahami Cisco Swicthes anda
juga perlu memahami Cisco VLAN Trunking protocols (VTP) yang memang digunakan
untuk menyederhanakan konfigurasi Switches dalam suatu jaringan multi-switched.
VLAN Trunking Protocol (VTP) memungkinkan
Switches di configure dalam salah satu dari tiga macam modus:
- Server Mode, switches digunakan untuk memodifikasi konfigurasi VLAN. Informasi konfigurasi ini kemudian di broadcast ke semua peranti VTP yang lainnya.
- Client mode, Switch menerima update perubahan dari suatu server VTP dan melewatkan informasi VTP kepada switches lainnya. Akan tetapi konfigurasi VLAN tidak diijinkan melalui switch dengan mode Client.
- Transparent mode, Switch tidak menerima konfigurasi VTP dari switches lainnya. Konfigurasi VLAN bisa dilakukan melalui Swicth ini akan tetapi perubahan informasi hanya berlaku pada switch local ini saja.
Untuk melakukan konfigurasi VLAN, langkah
berikut perlu dilakukan:
- Mengubah mode VTP dari Switch menjadi Server atau Transparent mode
- Enable Trunking padainterface inter-switch
- Mendefinisikan VLAN
- Memberikan port2 kepada VLAN
Sebuah switch agar bisa berfungsi untuk
melakukan konfigurasi VLAN, maka harus berada pada mode Server atau Transparent
- VLAN ID method: frame tagging menggunakan ISL
- Predefined VLANs: 1, 1002, 1003, 1004, 1005
- Default VLANs tidak bisa di edit atau di-rename
- VTP mode: server
VLAN Configuration commands
Yang berikut adalah table dasar
command-command konfigurasi VLAN
|
Fungsi
|
Command
|
|
Men-settup menjadi VTP mode
|
Switch (config)# vtp server
Switch (config)# vtp transparent
|
|
Enable trunking pada inter-switch
interface
|
Switch (config-if)# trunk on
|
|
Membuat VLAN
|
Switch (config)# vlan
<VLAN-Number>
|
|
Memberikan suatu port kepada VLAN
|
Switch (config-if)# vlan-membership
static <VLAN-number>
Switch (config-if)# vlan-membership
dynamic
|
Contoh:
Command-command berikut untuk men-setup
VTP mode dari sebuat Switch menjadi server mode, dan kemudian enable Trunking
pada port Trunking pertama, membuat VLAN, dan memberikan beberapa port kepada
VLAN
Switch (config)# vtp server
Switch (config)# int fa0/26
Switch (config-if)# trunk on
Switch (config-if)#exit
Switch (config)# vlan 20
Switch (config)# int eth0/4
Switch (config-if)# vlan-mem static 20
Switch (config-if)# exit
Switch (config)# int eth0/5
Switch (config-if)#vlan-mem static 20
Anda bisa melihat / mereview konfigurasi
VLAN yang telah anda lakukan untuk memastikan kalau konfigurasi VLAN benar.
|
Show vlan
|
Me-list semua atau sebagian VLAN yang
dipilih, output memberikan status VLAN dan juga port-port yang diberikan
VLAN.
|
|
Show vtp
|
Menayangkan status VTP dan informasi
konfigurasi pada switch
|
|
Show trunk <trunk letter>
|
Menunjukkan status dari port Trunk dan
juga metoda encapsulation trunk
|
|
Show vlan-membership
|
Me –list semua port Switch dan
kenaggotaan VLAN mereka
|
|
Show spantree <number>
|
Menunjukkan konfigurasi spanning tree
dan informasi status untuk VLAN yang dipilih
|
Konfigurasi Spanning Tree
Switches bisa dikonfigurasi dalam beberapa
path / jalur untuk memberikan suatu fault-tolerance. Dengan beberapa path /
jalur – akan membuat suatu jaringan menjadi rentan terhadap suatu terbentuknya
apa yang disebut bridging loops, suatu broadcast packet yang berjalan memutar
tak berujung yang bikin macet jaringan. Algoritme
spanning tree digunakan untuk mencegah suatu terbentuknya bridging loops dalam suatu
jaringan.
Semua Switches Cisco (dan sebagian besar
Switch lainnya) sudah STP enabled secara default pabrik. Konfigurasi switch
port adalah automatis saat port terhubung kedalam jaringan dan switch
dihidupkan. Akan tetapi adakalanya anda harus memastikan bahwa STP sudah
di-enable, berikut command-command nya.
|
Switch (config)# spantree <vlan#>
|
Enable spanning tree protocol pada suatu
VLAN switch
|
|
Switch (config)#no spantree
<vlan#>
|
Disable spanning tree protocol pada the
switch
|
|
Switch# show spantree
|
Melihat informasi konfigurasi spanning
tree dan juga statistiknya.
|
Misalkan command berikut: Switch
(config)#spantree 22 (meng-enable spanning tree on VLAN 22)
Ingat, jika anda melakukan konfigurasi
uplink antar-switch dengan jalur ganda, STP harus dienable untuk mencegah
terbentuknya bridging loops (jawa: sinyal sing mulek, mbulet, ngglibet?).







0 komentar:
Posting Komentar